BRUDER LEO PARYOTO, FIC : Mengangkat Martabat Anak-anak Pinggiran

Semangat dan spiritualitas Rama Van Lith, SJ  nampak mengalir dalam diri Bruder Leo, FIC. Hal ini dibuktikan perhatian dan tekadnya dalam mendampingi anak-anak. Secara khusus anak-anak yang dalam pendampingannya  bisa berkembang dalam pengetahuan, IMAN dan perilaku BAIK.

BRUDER LEO PARYOTO FIC

Bruder Leo, FIC begitu panggilan singkat yang lebih terdengar akrab. Dilahirkan di Dusun Sejati Desa, Sumber Arum, Moyudan, Sleman, DIY, pada 9 April 1970. Putera ke lima dari lima putra-putri pasutri Petrus Dinomo dan Maria Kaminem ini mengenyam pendidikan dari desa tempat kelahirannya, yaitu SD Negeri Sejati, tahun 1983, lalu melanjutkan SMP di Pangudi Luhur Moyudan tahun 1986.

Setamat SMP ia melanjutkan studi di STM Negeri I di Jetis, Yogyakarta tahun 1989. Sekolah tehnik menengah yang favorit pada waktu itu. Kemudian ia masuk Akademi Tehnik Grafika Trisakti Jakarta (D3), tahun 1998. Tahun 2007 menyelesaikan studi S1 Tehnik Industri Universitas Mercu Buana Jakarta, dan tahun 2012 selesai studi S2 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.

BRUDER LEO (NOMOR 2 DARI KIRI) DALAM RANGKA PPDB DI KAMPUNG NIAS

Riwayat pangggilannya termasuk lancar. Masuk Postulat FIC tahun 1990 di Muntilan.  Novisiat Kanonik tahun 1991 di Muntilan, dilanjutkan di Solo tahun 1992. Prasetia pertama atau kaul sementara pada tahun 1993 di Muntilan. Prasetia seumur hidup atau kaul kekal tahun 1999 di Muntilan.

Dalam karyanya, Bruder Leo tidak perlu tangga untuk meniti jenjang karier. Tahun 1993-1995 menjabat Wakil Direktur Penuangan Huruf Pangudi Luhur /Percetakan di Muntilan. Tahun 1998-2005 menjadi Direktur Penuangan Huruf Pangudi Luhur/Percetakan di Muntilan. Dari Direktur Penuangan Huruf kemudian masuk dunia Pendidikan, menjadi Kepala Sekolah SMK Pangudi Luhur Leonardo Klaten Jawa Tengah, pada tahun 2008-2013.

 Menjadi Kepala Sekolah SMA Pangudi Luhur II Servasius Bekasi Jawa Barat tahun 2013-2016. Menjadi Kepala Sekolah SMK Pangudi Luhur I Tarcisius Semarang Jawa Tengah, tahun 2016-2017. Saat ini menjabat Kepala Sekolah SMA Pangudi Luhur Sukaraja, sekaligus Ketua Perwakilan Yayasan Pangudi Luhur Sukaraja, Buay Madang, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, tahun 2017- sekarang.

Semangat dan spiritualitas Rama Van Lith, SJ  nampak mengalir dalam diri Bruder Leo, FIC. Hal ini dibuktikan perhatian dan tekadnya dalam mendampingi anak-anak. Secara khusus anak-anak yang dalam pendampingannya  bisa berkembang dalam pengetahuan, IMAN dan perilaku BAIK. Tujuan akhir memartabatkan atau memanusiakan anak-anak daerah pinggiran yang perlu sentuhan pendidikan dan pembinaan kristiani. Kecuali memartabatkan dan memanusiakan anak-anak, Bruder Leo juga mengajak kaum muda untuk tidak  bingung mencari pekerjaan. Di Kongregasi Bruder FIC banyak pekerjaan sesuai talenta yang ada.

Konggregasi Bruder FIC (Fratres Immaculatae Conceptionis Beatae Mariae Virginis) dalam Bahasa Indonesia Konggregasi Para Bruder Santa Perawan Yang Dikandung Tak Bernoda, didirikan oleh Pastor Ludovicus Rutten 21 November 1840 di kota Maastricht, Belanda. Masuk di Indonesia diawali oleh 5 missionaris dari Maastricht Belanda yaitu; Br. August, Br. Lebuinus, Br. Eufrasius, Br. Constantius, dan Br. Ivo. Pada hari Minggu, 8 Agustus 1920, sesudah misa agung di biara Induk De Beyart di Maastricht, Br. August dilantik sebagai pemimpin Komunitas FIC St. Fransiskus Xaverius di Yogyakarta.

Pada 14 Agustus 1920, lima  misionaris naik kapal Wilis dari Rotterdam, menuju Batavia (sekarang Jakarta). Tanggal 19 September mereka dijemput Pastor Van Lith, dan bermalam di Gereja Katedral. Keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Tanggal 20 September tiba di Yogyakarta, disambut Pastor Hoeberechts, superior misi. Sesudah disambut di pastoran Kementstraat (pastoran Kidul Loji sekarang), para bruder dihantar ke rumah yang sekarang dikenal dengan Bruderan FIC Fransiskus Xaverius, Jl. P. Senopati 18 Yogyakarta. Tanggal 20 September dikenang sebagai ulang tahun masuknya Konggregasi Bruder FIC di Indonesia.

A.Gandung Sukaryadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *