Sr Yulia Marcelina Misc, PENCINTA KEHIDUPAN

Dilahirkan di Dusun Setran 12 September 1961, nomor 5 dari 6 bersaudara. Adik dari Rama Y.R. Mulyono, MSF, ini mengawali pendidikannya di SD Negeri Setran, kemudian SMP Pangudi Luhur Kaliduren, lanjut di SPG Pangudi Luhur di Kiduloji, lulus tahun 1981.

SR YULIA MARCELINA MISC/FOTO dOK.pRI

Panggilan hidup membiara sudah dirasakan sejak SMP. Ia melihat kakaknya Frater Mulyono, lalu muncul pertanyaan dalam hatinya “bagaimana kalau ikut menemani”.

Ayahnya “nggondheli”. Tetapi kehendak dan dilandasi doa yang kuat, maka ayahnya “lilih”. Ayahnya mengijinkan dengan catatan: “jika masuk suster jangan setengah-setengah, mesti selama hidup”. Tahun 1982  melamar dan diterima di Konggregasi Misericordia di Malang.

Tiga tahun menjalani Pendidikan di susteran, kemudian tahun 1985 diutus belajar di Sekolah Perawat Kesehatan (setara SLTA), 3 tahun,. Selesai studi ditugaskan di RS.Panti Waluya Malang. Rumah sakit ini milik suster Misericordia, 100%  sahamnya milik susteran.

Rumah Sakit Panti Waluya berdiri sejak tahun 1929, dibawah naungan Yayasan Karya Misericordia. Rumah Sakit ini memiliki Visi menjadi rumah sakit pilihan utama masyarakat yang menjamin keselamatan pasien dan bersumber pada cinta kasih serta dijiwai moral Katolik. Dengan Misi memberi pelayanan kesehatan yang optimal, holistik, bermutu, ramah, mengupayakan pelayanan tanpa membedakan status sosial, ekonomi, golongan, agama, mengembangkan SDM dan rumah sakit secara maksimal, serta memberikan pendampingan dengan penuh kasih melalui pelayanan Pastoral Care.

BERSAMA REKAN SE KOMUNITAS/Foto: Dok.Pri

Diutus belajar lagi di Sekolah Pendidikan Kebidanan (D2), kemudian bertugas di Klinik Bersalin Panti Gowindo, JL. Manyar, 42, Sukun, Kec. Sukun, Kota Malang. Suster berkarya disini selama 4 tahun. Tahun 2000-2004, diutus ke Perancis di Biara Pusat Suster Misericordia.

Di Perancis Suster Yulia memperdalam Spiritualitas Misericordia. Mendalami semangat hidup dan pelayanan SANTA MARIA MAGDALENA POSTEL (1756-1846) Pendiri Kongregasi Para Suster Misericordia (MISC), yang diperingati setiap tanggal 16 Juli. Kecuali memperdalam spiritualitas, suster Yulia ditugaskan mendampingi para suster-suster lansia.

Tahun 2004, Provinsial memanggil pulang, untuk berkarya di Flores, di Klinik Panti Wiranda, selama 3 tahun. Di klinik ini  suster Yulia berbenah karena keadaan klinik yang mulai rusak. Selesai memugar, diminta untuk belajar kebidanan lagi selama 3 tahun, dari 2007-2010. Selesai belajar ditugaskan ke Klinik Panti Danamulya di Kecamatan Danamulya Malang. Klinik ini hampir mati, kehabisan pasien, karena hadirnya Puskesmas Danamulya,

BEBERAPA KARYA SR YULIA/Foto: Dok.Pri

Suster Yulia mulai berbenah. Rumah Sakit dibersihkan, kemudian terjun ke masyarakat. Pasien mulai datang. Selama sebulan ada 4 pasien, kemudian tambah-tambah sampai sebulan merawat 150 pasien. Kemudian bisa membangun menjadi 2 lantai. Menjadi standard Klinik Pratama. Diresmikan oleh Uskup Malang. Klinik menjadi sehat bahkan bisa surplus. Lalu suster Yulia dipindah ke Jember di Klinik Panti Siwi.

Di Klinik Panti Siwi Jember, Suster Yulia berbenah juga. Setelah Klinik Panti Siwi sehat, suster Yulia diutus lagi ke Ruteng selama 2 tahun. Di Ruteng Suster Yulia juga berbenah. Setahun kemudian kembali ke Rumah Sakit Panti Waluya Malang. Ia diserahi menjadi Humas untuk para religius di Keuskupan Malang. Pelayanan ini ternyata membawa berkah bagi para religius di Keuskupan Malang. Mereka senang mendapatkan pelayanan Kesehatan dari RS Panti Waluya yang ditangani langsung oleh Suster Yulia.

MAKAN YANG DITANAM, MENANAM YANG DIMAKAN

RS Panti Waluya selama pandemic Covid-19 menjadi rumah sakit rujukan. Karena itu Suster Yulia pernah terpapar Covid-19 pada 23 Desember 2020. Kecuali itu pernah terserang DB, sehingga trombosit sampai 11.000. Namun karena doa dan suster yang selalu optimis dengan nyanyi-nyanyi, berkebun dan menyatu dengan alam, mukjijat pun datang dan nyata. Suster sembuh.

Kini ia mendampingi para suster lansia dan Humas bagi Religius di Keuskupan Malang serta berkebun. Sunguh luar biasa karya Suster Yulia: merawat rumah sakit yang sakit;  merawat pasien; merawat para lansia; para religius di Keuskupan Malang dan merawat alam lingkungan hidup. Suster Lusia mengemban amanat Laudato Si, mencintai kehidupan.

PENULIS ; A. Gandung Sukaryadi – Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *