rohmadi mulyono,

Yohanes Rohmadi Mulyono MSF Merindukan Indonesia yang Bersatu, Rukun, dan Damai

Rama Mul begitu sapaan akrabnya. Putera ketiga dari lima bersaudara buah cinta pasutri Yohakim Udiwitomo dan Anna Masiyem (†). Lahir di Sleman, 26 September 1958, tepatnya Dusun Setran, Sumber Arum Moyudan Sleman.

ROMO YOHANES ROHMADI MULYONO MSF BERSAMA UMAT STASI TANAH MERAH

Dalam kesempatan kunjungan umat di Stasi Tanah Merah yang kebanyakan adalah kaum transmigran (Foto: Dokumen Pribadi)

Masa sekolahnya: SD Negeri Setran 1, tahun 1972; SMP Kanisius Klepu tahun 1975; SMA Seminari Menengah Mertoyudan, tahun 1980. Kemudian masuk Novisiat MSF di Salatiga; Sanata Dharma Fakultas Theologi tahun 1984. Tahun Orientasi Pastoral di Paroki Pati, tahun 1985; Imamat di Kentungan Yogyakarta tahun 1987, mendalami Spiritualitas (Studi Licentiat/S2) di Gregoriana Roma, tahun 1992.

Riwayat panggilannya diawali sejak akhir SMP dengan mendaftar dan diterima di SMA Seminari Menengah Mertoyudan. Lulus dari Seminari Menengah Mertoyudan, masuk Novisiat MSF di Salatiga, lanjut di Filsafat Theologi selama 7 tahun, termasuk didalamnya Tahun Orientasi Pastoral.

BERSAMA WALIKOTA TARAKAN DOKTER KHAIRUL (Foto: Dok.Pri)

Tahbisan Diakon bulan Januari 1987 dan Tahbisan Imamat 24 Juli 1987. Ditugaskan sebagai pastor pembantu di Paroki Kudus dari 1 Agustus 1987-1 Agustus 1989. Melanjutkan studi Spiritualitas di Gregoriana Roma pada awal Oktober 1989 dan kembali ke Indonesia 1 Mei 1992.

Awal Juni 1992 bertugas menjadi Socius Magistri (Wakil Magister) Novisiat MSF di Salatiga, Setahun kemudian, 1 Juli 1993 menjadi Magister Novisiat MSF di Salatiga sampai dengan 31 Desember 2000. 1 Januari 2001 selama sebulan asistensi di Paroki Purwosari Surakarta, kemudian mulai 1 Februari 2001 sampai 30 April 2001 sebagai Pejabat Rektor di Skolastikat MSF Yogyakarta.

Pada 1 Mei 2001 – 28 Februari 2004, Sekretaris Uskup  Keuskupan Agung Semarang. Menjadi Provinsial MSF 1 Maret 2004 sampai 28 Februari 2010, Kembali menjadi Sekretaris Uskup Keuskupan Agung Semarang 1 Maret 2010 – 30 Juni 2013. Menjalani tahun Sabat 1 Juli 2015 – 31 Desember 2015. Sekarang menjadi Pastor Paroki Juata Permai Tarakan Kalimantan Utara.

Disamping tugas-tugas yang ada, Rama Mul juga menjabat dan berkarya pada karya yang lain. Seperti saat menjadi Magister Novis, beliau juga menjabat sebagai Dewan Pengurus Provinsi MSF tahun 1993-2000. Pada tahun 2004-2010, cukup banyak jabatan yang diemban: sebagai Ketua MUPERKAS (Musyawarah Pemimpin Religius Keuskupan Agung Semarang. Ketua MASI (Musyawarah Antar Serikat Imam) dan Sekretaris BKBLII (Badan Kerjasama Bina Lanjut Imam Indonesia) KWI,

BERSAMA REKAN-REKAN IMAM MSF DI TIMOR LESTE (Foto: Dok.Pri)

Setelah menjalani Tahun Sabat, 1 Juli 2015 – 31 Desember 2015, sejak 2016,  beliau menjadi Pastor Paroki di Juata Permai Tarakan Kalimantan Utara. Namun jabatan dan karya lain yang dipangkunya saat ini sebagai Ketua Komisi KERAWAM dan Ketua Komisi HAK Keuskupan Tanjung Selor. Masih ada tugas lain yaitu sebagai Pengurus FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Tarakan.

Ada talenta lain yang Rama Mul kembangkan yaitu pendulum atau radiestesia. Bukunya tentang pendulum ini berjudul “Radiesthesi dan Tenaga Pendulum” diterbitkan oleh Penerbit Pohon Cahaya Yogyakarta, tahun 2018. Daya kekuatan pendulum ini adalah sebagai sumber informasi dan petunjuk untuk meningkatkan indera keenam. Kecuali itu Rama Mul juga menulis buku Dialog Hati.

Dalam menjalani karyanya selama ini, beliau mempunyai impian atau harapan untuk Gereja dan Negara:

  1. Berharap masyarakat Indonesia yang bhineka ini bisa rukun bersatu, jauh dari perselisihan antara suku dan agama
  2. Hati dan pikiran orang dicerahkan oleh Roh Kebenaran. Jauh dari rekayasa, kemunafikan, hoax, kebencian dan kekerasan
  3. Umat Katolik beriman mendalam dan tangguh serta berani terjun ambil bagian aktif di tengah masyarakat untuk melaksanakan toleransi, panggilan sebagai garam dan terang bagi masyarakat
  4. Khusus bagi kaum muda beliau berharap: a). Kaum muda berani berkumpul/bertemu/hadir dalam pertemuan mingguan atau bulanan di paroki didukung oleh orangtua dan program paroki. b). Kaum muda berani ambil bagian dalam kegiatan paroki: lektor, pemazmur, koor, dll. Berani meninggalkan zona nyaman/keasyikan pribadi yang memenjarakan diri karena HP dan sikap egois.    

Sleman, bulan Maria Mei 2021

A. Gandung Sukaryadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *