Literasi Media untuk Bimas Katolik se-Solo Raya

Kamis 18 Maret 2021, bertempat di Wisata Air Umbul Tlatar Boyolali, Bimas Katolik se Solo Raya (Eks Karisidenan Surakarta/se Kevikepan Surakarta) temu rapat kerja untuk tahun 2021.

Para peserta Rapat Kerja dan Literasi Media Bimas Katolik se Solo Raya (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Hadir dalam pertemuan Bimas Katolik dari Boyolali (tuan rumah), Klaten, Wonogiri, Sukaharja, Surakarta, Karanganyar dan Sragen, beserta Pengawas Pendidikan Agama Katolik, Koordinator Penyuluh gama Katolik dan Perwakilan dari KKG Agama Katolik. Kecuali rapat kerja pertemuan di isi dengan Literasi Media. Narasumber Literasi Media, A. Gandung Sukaryadi, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Propinsi Jawa Tengah tahun 2006-2012.

Dalam paparannya, pak Gandung menekankan pentingnya literasi media bagi Guru Agama dan Penyuluh Agama Katolik, a.l:

  1. Budaya membaca masyarakat  masih sangat rendah, yang berakibat pada tingkat kecerdasan dan wawasan masyarakat juga rendah. Bacaan yang ada dan cepat tersaji hanya postingan WhatsApp, Face Book, Twiter yang isinya berita hoax, ujaran kebencian, yang menghancurkan harmoni kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Kominfo mengindikasikan ratusan ribu hoax sengaja dibuat oleh sekelompok orang yang bertujuan merusak negara, kesatuan dan persatuan, serta kerukunan hidup dalam masyarakat.
  2. Mengembangkan daya kritis membaca berita dan apresiasi video/film.

Perang saat ini tidak lagi menggunakan senjata api atau nuklir, tetapi dengan alat-alat komunikasi modern (media social), yang sering disebut proxy war. Dengan media sosial mereka menyerang secara psikologis pada sebuah bangsa, atau kelompok, atau menjatuhkan pemerintahan kemudian diambil alih.

Dari kiri, bu Endang (Bimas Katolik Sukoharjo), pak Anton (Bimas Katolik Wonogiri), Gandung (Pembimas Jateng 2006-2012), pak Widi (Bimas Katolik Boyolali) dan bu Sri (Bimas Katolik Karanganyar).(Foto: Dokumentasi Pribadi)

Ada adagium “berita bohong yang diulang-ulang, akan menjadi kebenaran”. Seperti halnya mitos atau cerita rakyat yang dibuat dan diceritakan sebagai dongeng, bisa menjadi sebuah peristiwa yang diakui kebenarannya. Keris Nagasasra Sabukinten, dalam masyarakat masih menjadi kontroversi, dimana pusaka itu berada. Sepasang atau hanya satu saja, Masih banyak mitos, dongeng, bahkan film-film dokumenter yang kontroversial, karena mengandung unsur ketidakbenaran.

  • Bagi masyarakat, terutama guru, dosen,  penyuluh, dan tokoh agama/masyarakat sangat baik jika menguasai mass media. Banyak manfaat dan nilai dengan literasi ini:
  • Meningkatkan kompetensi guru, dosen dan penyuluh (Mampu memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam proses pembelajaran dan juga pengembangan diri)
  • Mendapatkan kredit point, sebagai salah satu unsur penilaian kinerja
  • Memberi nilai kejiwaan (kebahagiaan, menghibur, meneguhkan, mencerahkan)
  • Kemasyarakatan (hak mendapatkan informasi yang benar, transparan dan  mengemukakan pendapat, dll)
  • Manfaat ekonomi (menulis bisa mendapat uang, menambah in come)
  • Manfaat bathin (membaca bukan hanya yang tersurat, tetapi mendapatkan yang tersirat)
  • Tulisan-tulisan menjadi warisan abadi yang tidak ternilai.

Para guru dan penyuluh dapat mengembangkan media ini sebagai sarana mempermudah pembelajaran dan penyampaian materi penyuluhan dan disajikan dengan lebih menarik. Ada programa menulis, membuat spot video/video pendek dan membuat foto-foto yang mempunyai pesan kemanusiaan.

Boyolali, 18 Maret 2021

A.Benedictus Gandi.

1 Komentar

  1. Sangat menarik untuk terus d kembangkan tentang pengembangan literasi d tengah membanjirnya media informasi yg mengaburkan nilai nilai ” Iman “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *