Tradisi Indah Gereja Katolik

Gereja Katolik mempunyai tradisi yang indah, yaitu mendoakan orang yang sudah meninggal.

PEMBERKATAN KOTAK ABU

Selesai memimpin Misa Arwah, Romo Eko Wahyu OSC memberkati kotak abu jenazah yang disimpan di Kolumbarium Oasis Lestari (Foto: Anton S/Thetungkem/com)

Romo Eko Wahyu OSC menegaskan hal ini dalam khotbah saat memimpin misa arwah live streaming di aula Kolumbarium Oasis Lestari, di Jl Gatot Subroto, Jatake, Jatiuwung, Kota Tangerang, Sabtu 6 Maret lalu.

Imam dari Orgo Salib Suci ini menjelaskan,  kematian selalu menyisakan kepedihan. Ada memori yang indah. Dan kalau memori itu terbersit dalam benak, maka meneteslah air mata. “Getaran cinta tak hilang. Cinta itu tidak terbatas oleh ruang, waktu, dan dunia. Orang yang dikasihi dipanggil oleh Bapa, kita tetap bisa mencintai mereka,” tutur imam yang khotbah-khotbahnya amat dirindukan umat ini.

ROMO EKO WAHYU OSC (Foto: Anton S./Thetungkem.com)

Melalui tradisi yang indah dalam Gereja katolik inilah kita mendoakan mereka. “Jiwa-jiwa mereka tidak  dapat berseru. Kita yang berseru bagi jiwa-jiwa yang kita kasihi. Juga bagi mereka yang tidak ada yang mendoakan.,” ajak Romo Eko.

ROSARIO ARWAH DARI OASIS

Doa Rosario Arwah didaraskan dari taman Oasis yang asri. Rosario ini dibawakan oleh Romo Petrus Yuwono MSF, Ania Desliana, Sr Ignatia OSA, Sr Yulia OSA, Sr Maria OSA, dan Sr Fabiola OSA. (Ft: Anton S/Thetungkem.com)

Pelayanan kedukaan Oasis Lestari di Jatake juga mempunyai tradisi mendoakan jiwa-jiwa. Keluarga-keluarga almarhum dan umat yang lain, bisa mengikuti misa Live Streaming untuk arwah pada Sabtu minggu pertama, dan Rosario Arwah pada Sabtu minggu ketiga setiap bulan. Rosario dan misa arwah ini ditujukan bagi jiwa-jiwa yang jenazahnya dikremasi, disemayamkan, dan  abunya disimpan di Oasis Lestari.

Penulis: Anton Sumarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *