JOSEPHINE SUDANASRINI, “Profesional Sosial dan Sosial Profesional”

Bagi kalangan ibu-ibu Wanita Katolik Republik Indonesia, aktivis FMKI DIY, dan Pemprov DIY, tentu sudah tidak asing dengan ibu J.Sudanasrini.

DI KONFERDA XX WKRI DPD DIY

Josephine Sudanasrini (duduk ketiga dari kanan) di Konferda WKRI DPD DIY, bersama para pengurus dan Vikep DIY Romo Adrianus Maradiyo Pr (Foto: Dokumen Pribadi)

Lahir di Yogyakarta, bersuamikan PA. Bambang Priyono (Alm). Saat ini tinggal di Banteng Permai 18, Kayen Condongcatur Depok Sleman. Menjadi umat Paroki Keluarga Kudus Banteng, dan aktif di beberapa kegiatan pastoral: Koordinator Timja Paguyuban Difable (2016-2018); Wakil Koordinator Timpel Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan (2019-2022); Bendahara Lingkungan St.Katarina (2013-2022); Ketua Paguyuban Ibu-ibu Wilayah St.Bernadeta Banteng Baru (2016-2022). 

Pendidikan: SD Marsudirini (1967), SMP Pangudiluhur II Yogyakarta (1970), SMA Stella Duce (1973), dan Psikologi Universitas Gajah Mada (1981).

JOSEPHINE SUDANASRI (DOK.PRIBADI)

Karena Covid-19, belum reda, maka kami hubungi lelalui hp. Sementara waktu kami mesti menunggu, karena kerendahan hatinya, awalnya tidak “kersa” memberikan jawaban. “Tidak ada sesuatu yang menonjol dari saya”; kata beliau. Namun kesetiaan menunggu itu berhasil juga. Beliau akhirnya berkenan berbagi cerita.

Bu Rini aktif di Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonseia (PMKRI), Santo Thomas Aquinas Yogyakarta, Angkatan 1974. Kemudian dilanjutkan ke Wanita Katolik RI DPD DIY, mengikuti jejak ibunya HHS.Margono.

AKTIVIS PMKRI

J. Sudanasri (duduk nomer 4 dari kanan) saat aktif di PMKRI DIY (Foto: Dokumen Pribadi)

Menjadi Anggota Wanita Katolik selama 6 tahun (1983-1989), kemudian terpilih menjadi Sekretaris II DPD Wanita Katolik RI DIY (1989-1994). Kemudian berturut-turut menjadi Anggota Presidium I (1994-2004); Ketua Presidium Wanita Katolik DPD DIY (1999-2004). Koordinator Bidang Pendidikan Wanita Katolik RI DPD DIY (2005-2009); Koordinator Bidang Organisasi Wanita Katolik RI DPD DIY (2010-2014 dan 2015-2019); Anggota Bidang Humas Wanita Katolik RI DPD DIY (2019-2024).

Saat kunjungan Paus Yohanes Paulus II di Indonesia, tanggal 9 – 14 Oktober 1989, dan tanggal 10 Oktober di Yogyakarta, bu Rini tercatat dan aktif sebagai Seksi Usaha Pendanaan, bersama dengan ibu Dra.Any Martanti, bapak Paul Sulaiman, SH, Drs.A.Soehartono dan bapak YB.Daliyyo, SH.

Keterlibatannya dalam Usaha Pendanaan Panitia Penerimaan Paus Yohanes Paulus II di Yogyakarta tersebut, mengindikasikan kepiawaian dan keuletannya  dalam berorganisasi.

Kecuali karier berorganisasinya yang baik, karier profesinya juga baik. Di Pemerintahan Propinsi DIY, bu Rini  sampai pada Kepala Bidang Bina Program Dinas Sosial Pemda Provinsi DIY, 2005-2008, dan Kepala Bidang Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pemda Provinsi DIY, 2008-2011.

Bu Rini menapaki kariernya sebagai PNS (sekarang ASN), mulai dari Staf Kanwil Departemen Sosial Provinsi DIY (1982-1987);  Kepala Sub. Seksi Identifikasi pada Panti Penyantunan Anak Kanwil Departemen Sosial Provinsi DIY (1988); Kepala Seksi Rehabilitasi Penyandang Cacat Kanwil Dep.Sosial DIY (1988 – 1991).

BERSAMA KETUA PK3AS RM SUGIHARTANTA PR (Foto: Dokumen Pribadi)

Berlanjut sebagai Kepala Seksi Rehabilitasi Anak Nakal dan Korban Narkotika Kanwil Dep. Sosial Provinsi DIY (1992 – 1994); Kepala Seksi Rehabilitasi Penderita Cacat Kanwil Dep. Sosial Provinsi DIY (1995 – 2000); Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial Dinas Sosial Pemda DIY (2001 – 2002); Kepala Sub. Bag. Anggaran Belanja Biro Keuangan Pemda Provinsi DIY (2003 – 2004); Kepala Panti Rehabilitasi Sosial Anak Dinas Sosial Pemda Provinsi DIY (2004); Kepala Bidang Bina Program Dinas Sosial Pemda Provinsi DIY (2005 – 2008); Kepala Bidang Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pemda Provinsi DIY (2008-2011).

Kiranya kita sebagai umat tahu, bagaimana perjalanan karier seorang Katolik di pemerintahan. Diperlukan ketekunan, kesetiaan, kejujuran dan profesionalitas.

Saat ini, bu Rini masih aktif di Organisasi Kemasyarakatan Wanita Katolik RI DPD DIY dan Organisasi Sosial Kemasyarakatan: Kepengurusan RT (Rukun Tetangga) sejak 2012 – sekarang; Paguyuban Eukemene Ibu-ibu Kristen-Katolik Wilayah Banteng Baru, 2016-sekarang; dan Anggota Pembina Yayasan Dharma Ibu Yogyakarta, 2005 – sekarang.

Sekiranya pas jika dikatakan bahwa bu Rini ini profesional sosial, karena profesinya di bidang sosial dan menangani mereka-mereka penyandang tuna sosial, dan sosial profesional karena kepeduliannya terhadap masalah-masalah sosial dan beliau aktif menangani secara profesional.

Di akhir perjumpaan bu Rini mengharap pada perempuan-perempuan muda agar membina kepribadian dan profesionalitas sebagai bekal memperjuangkan martabat dan hak-hak perempuan yang terampas kepentingan-kepentingan politik kekuasaan.  

Penulis: A.Benedictus Gandi

4 Komentar

  1. Bagus Mas Gandi ..,
    Saya tahu persis sepak terjang Bu Dra.Sudanasrini sejak tahun 1994 sampai sekarang ..
    Semoga tulisan Mas Gandu ..akan menjadi motivasi bagi perempuan2 muda untuk aktif berpartisipasi dalam menghidupi ormas katolik di DIY dan mewujudkan kasih Allah dalam kegiatan sosial baik di pemerintahan maupun masyarakat .

  2. Salut dan angkat topi wujud nyata penerus mother Teresa dari DIY. Teruslah berkarya , jadikan dunia ini wahana untukmu berkarya sampai Tuhan berkehendak lain. Dan bukti nyata ” buah tak akan jauh dari pohonnya” hormat saya untuk almh Bu Margono.

  3. setuju sekali dgn tulisan ini, beliau mmg terlihat smart dan berwibawa….dan tulisan ini semakin menambah kekaguman saya terhdp beliau…maturnuwun

  4. Tatkala ada pertanyaan sejauh mana seorang katolik telah mengikuti yesus dalam menjalankan perutusan yg melekat dalam permandian? Setelah 60 th dipermandikan (baptisan umur 14 th -SMP klas 1) saya berkesimpulan berdasar persepsi nya terhadap siapa jatidiri Yesus.pada umur 15 – 25:Yesus putra Allah.Maka ia mungkin merlakukan semua aktivitas Yesus sebagai Allah yg mengajarkan nilai-nilai injil sebagaimana peran gereja ditengah dunia. Sangat aktif berorganisasi dlm senua jenis organisasi yg bertumpu pada liturgi suci. Pada umur 26 – 33 ia aktif sebagai guru yg menebar benih iman lewat organisasi sekolah, pendidikan menengah, pendidikan tinggi dan malam hari berdiskusi soal kemasyarakatanlewat organisasi Pemuda, Mahasiswa. Guna mengetes imannya bisa juga masuk biara untuk berbakti dg yesus yg sengsara di kayu salib.Dalam periode itu dia melihat yesus sebagai saau-satunya jalan kebenaran.Yg lebih tulus danikhlas dibanding semua Nabi.Justru karena ia membuktikan contoh kerendahan hati palibg tinggi meski Allah ia menghambakan diri. Pasca pengalaman itu baginya yesus adalah rujukan hidup manusia universal yg berwujud Jalan kehidupan karena Dia adalah kebenaran yg paling tinggi karena statusnya Putra Allah yg Tunggal.Dan juga Ia adalah Realitas dan Rujukan Kehidupan Abadi berkat keikhlasan hiduo yg dia pilih dan jalani dan karenanya Naik Ke Keabadian sejati.Pilihan perjuangannya mendarat dalam meneruskan panggilan Illahi untuk mendorong seluruh umat manusiia untuk saling mengasihi seperti Bapa terhadap Umat Manusia.Jalan pilihannya adalash pertobatan umat agsr masingmasing menemukan jati dirinya sendiri sesuai panggilanNya yg sangat pribadi membela seluruh umat manusia
    Dalam tataran kemasyarakatan sudah 35 th dia mendampingi warga negara yg paling tertinggal, terutama yg paling miskin dan tersingkir.Sudah 15 tahun mendidik dan mempromosikan integritas para politisi nuda lewat pebdidikan politik yg beribtegritas (mempromosikan persatuan “Unum”, mengobarkan perjuangan membela kebenaran-“Bonum”-mempromosikan dan memooerjuangkan keadilan-Verum- serta menemani semua politisi untuk membasngun martabat dan integritas diri melawan korupsi, manipulasi dan penindasan martabat.
    Indonesia butuh jutaan manusia yg mau jadi politisi dan pendukung parpol yg konsisten dan integral dalam ide, kata dan tindakan melawan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme serta loyal pada pancasila, mencintai Bhineka Tunggal Ika.Itulah sikap 100% katolik dan 100% Indonesia.
    Jadi perutusan kita sangat tergantung siapa Yesus bagi kita umatNya dan keberimanan padaNya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *