KEJAHATAN VS KEBAIKAN

Kencan Dengan Tuhan
Minggu, 31 Januari 2021

Bacaan:
Roma 12:21 (TB) Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

ILUSTRASI/Pixabay.Com

Renungan:
Suatu hari dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Bahkan sepanjang melayani wajahnya terlihat cemberut.

Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Namun orang kedua tetap santai, tidak mempersalahkan itu sama sekali. Bahkan ketika membayar dan hendak pergi dari sana, ia bersikap sopan kepada penjual itu.

Orang pertama lalu berkata kepada sahabatnya, “Saya tidak habis pikir, mengapa kamu masih bisa bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan tadi itu?”

Sahabatnya menjawab, “Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan ini, bukan orang lain.”

“Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali,” bantah orang pertama yang masih merasa jengkel.

‘Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, toh itu tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan memengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri,” kata sahabatnya.

Seringkali orang memang terpengaruh oleh sesamanya. Jika mereka baik, kita akan berbuat hal yang sama. Kalau orang-orang menghargai kita, kita akan dengan senang hati menghargai mereka juga. Namun jika orang berlaku buruk, kurang ramah, ketus dalam bicara, tidak sopan, kita pun cenderung melakukan hal yang sama.

Ya, tanpa sadar orang jadi ikut-ikutan kesal, tidak terima, dan seterusnya. Bila ini terjadi, berarti kita sudah membiarkan diri dikontrol orang.

Mari belajar bertanggung jawab atas diri sendiri. Kita bersikap sopan, bukan karena orang layak menerimanya, bukan karena mereka sudah melakukan kebaikan pada kita, akan tetapi kita melakukannya karena kita adalah orang-orang yang santun dan terhormat, yang tetap santun dan terhormat walaupun diperlakukan arogan.

Pastikan perilaku buruk orang sekitar kita tidak memengaruhi kualitas kerja dan keberadaan diri kita. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati, sehingga aku tetap menjadi diriku sendiri yang rendah hati walau orang lain memperlakukan aku secara tidak baik. Amin. (Dod).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *