ANUGERAH

Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 27 Januari 2021

Bacaan: Roma 8:2
“Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.”

Ilustrasi/Pixabay.Com

Renungan:
Dua musafir yang kelelahan singgah di sebuah warung makan. Pemilik warung makan tersebut memberi mereka makanan.

Sebelum keduanya melanjutkan perjalanan, pemilik warung makan juga memberi mereka bekal untuk di perjalanan. Saat meneruskan perjalanan, seorang dari musafir itu menangis. “Mengapa kau menangis?” tanya temannya.

“Aku terharu. Kebaikan pemilik warung makan tadi adalah anugerah bagiku,” jawab musafir kedua.

“Anugerah? Bukankah kita sering mendapat pertolongan serupa dari orang lain?” kata temannya.

“Lain sobat. Yang ini adalah anugerah karena dulu aku pernah memukuli pemilik warung tersebut, tapi sekarang ia memberiku makanan dan perbekalan,” musafir kedua menjelaskan.

Apa yang musafir pertama dapatkan adalah kebaikan, tapi yang musafir kedua terima adalah anugerah. Anugerah adalah sesuatu yang diberikan saat kita tidak layak menerimanya.

Anugerah selalu membuat hati kita terharu saat menerimanya. Terharu, itu juga yang kita rasakan saat menerima anugerah Allah.

Dosa pada mulanya membuat kita terpisah dari Allah, bahkan membuat kita menjadi seteru Allah. Ketetapan bagi para pendosa adalah dilempar ke dalam jurang maut. Namun syukur kepada Allah, Dia memberi kita anugerah tak terkira.

Begitu besar kasih Allah kepada kita, maka diberilah Yesus, Putera-Nya yang tunggal, menjadi tebusan bagi dosa-dosa kita. Kita yang sebelumnya menanggung kutuk dosa, sekarang dimerdekakan.

Malah kita menjadi anak-anak Allah yang dapat memanggil Dia: “Ya Abba, ya Bapa!” Bersama Kristus kita menjadi ahli waris yang turut menerima janji-janji Allah. Betapa semua itu adalah anugerah.

Kita menerima anugerah Allah yang tak terkira besarnya itu, mungkinkah akan kita sia-siakan? Hanya orang-orang bodoh yang bertindak demikian, karena mereka belum mengetahui betapa besar anugerah yang mereka terima.

Sebaliknya, kita yang sudah tahu kebenaran pasti bersyukur dan akan menghargai anugerah tersebut. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku setia pada-Mu karena anugerah-Mu begitu besar padaku. Jangan biarkan godaan dunia menjauhkan aku dari kasih karunia-Mu. Amin. (Dod).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *