PENTINGNYA DOA-DOA BAGI JIWA-JIWA DI OASIS

Doa akan memberi kedamaian bagi jiwa-jiwa dari orang yang sudah meninggal.

DOA PARA SUSTER

Para suster dari Kongregasi Santo Agustinus berkunjung ke ruang-ruang persemayaman untuk menyapa keluarga dan mendoakan arwah almarhum yang disemayamkan di Rumah Duka Oasis Lestari, Jatake, Jatiuwung, Kota Tangerang. (Foto: Anton Sumarjana/Thetungkem.Com)

Empat suster dari kongregasi OSA (Ordo Santo Agustinus) berdiri di samping peti jenazah, yang disemayamkan di ruang Melati, salah satu tempat persemayaman di Rumah Duka Oasis Lestari. Para suster ini, setelah menyapa keluarga, mereka bersama keluarga melambungkan doa bagi jiwa almarhum.

Menyapa keluarga, lalu berdoa bersama keluarga untuk kedamaian jiwa almarhum/ah menjadi kebiasaan para suster OSA yang berkarya di pelayanan kedukaan ini. Mereka adalah Sr Ignatia OSA, Sr Yulia OSA, Sr Maria OSA dan Sr Fabiola OSA.

Doa akan memberi kedamaian bagi jiwa-jiwa dari orang yang sudah meninggal. Seperti yang ditulis Kahlil Gibran, penyair besar dari Libanon, “Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekelililing ranjang ini, dan taburi tubuh ini dengan wewangian melati serta mawar”.

Demikianlah, seperti tulisan Kahlil Gibran ini, doa dan bunga menghantar jiwa almarhum/ah menuju peristirahatan yang tenang dan damai.

MISA UNTUK ARWAH DIPIMPIN OLEH ROMO PETRUS YUWONO MSF

Setiap Sabtu minggu pertama, Oasis mengadakan Misa untuk Arwah di Aula Kolumbarium atau tempat penitipan abu jenazah. Misa ini bisa diikuti secara live streaming mulai pukul 09.45 WIB. (Foto: Anton Sumarjana/Thetungkem.Com)

Oasis Lestari, tempat pelayanan kedukaan terpadu milik Dana Pensiun KWI ini sangat memperhatikan pentingnya doa bagi jiwa-jiwa.

Melalui para suster, Oasis menyapa keluarga dan mendoakan arwah almarhum. Ini adalah pelayanan para suster bagi kedamaian jiwa-jiwa dari mereka yang jenazahnya disemayamkan di rumah duka, dikremasi di krematorium dan yang abu jenazah disimpan di kolumbarium.

Pada jam-jam tertentu melalui pengeras suara  yang memasuki ruang-ruang persemayaman, ruang kerja dan selasar, Sr Fabiola OSA pun mengajak semua orang yang  hadir di Oasis Lestari untuk bersama-sama melambungkan doa. Yakni Doa Angelus pada pukul 12.00 dan Doa Kerahiman Ilahi pada pukul 15.00.

Doa-doa ini walaupun singkat mampu membangun suasana religious di Oasis Lestari ini. Tempat dimana jiwa-jiwa bersemayam dan keluarga yang ditinggalkan bertandang untuk berziarah.  

Pada setiap Sabtu minggu pertama, Oasis Lestari mengadakan misa arwah dari aula kolamborium. Keluarga-keluarga  bisa mengikuti misa secara live streaming. Keluarga juga bisa meminta intensi doa bagi almahum. Di ujung misa, imam yang memimpin misa dan para suster memberkati kota-kotak abu dimana guci abu almarhum disimpan. 

PERSIAPAN DOA ROSARIO ARWAH

Para suster dan imam yang berkarya di Oasis Lestari bersiap memimpin doa Rosario untuk arwah, yang diadakan pada setiap Sabtu minggu ketiga, melalui channel Youtube Oasis (Foto: Anton Sumarjana/Thetungkem.Com)

Pada setiap Sabtu minggu ketiga, Oasis mengajak keluarga-keluarga mendaraskan doa Rosario arwah. Doa Rosario yang dipimpin Romo Petrus Yuwono MSF ini dapat diikuti melalui channel Youtube Oasis Lestari.

PEMBERKATAN KOTAK ABU

Romo Roy Djakaria Pr, Komisaris Utama PT Danita Oasis Lestari memberkati kotak abu di Kolumbarium Oasis Lestari, dengan memercikkan air suci (Foto: Anton Sumarjana/Thetungkem.Com)

Rumah Duka Oasis Lestari, krematorium Oasis Lestari dan Kolumbarium Oasis Lestari berdiri di lahan seluas 3,9 hektar, dengan taman yang asri, rapi dan terawat. Berada di tempat ini, kita akan merasakan udara yang masih segar, dan pemandangan yang jauh dan leluasa, menatap banyak pepohonan dan rerumputan yang menghijau.

Kentalnya doa-doa bagi para arwah atau jiwa-jiwa di Oasis Lestari menjadikan tempat ini benar-benar bernuansa damai dan religius.

Penulis: Anton Sumarjana  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *