LUKISAN TERINDAH

Kencan dengan Tuhan, Kamis 17 Desember 2020

Bacaan: Yesaya 55:8-9

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”

Ilustrasi/Pixabay

Renungan:
Ada seorang pelukis yang sedang menyelesaikan lukisannya yang indah. Ia pun bermaksud mempertontonkannya pada sebuah pameran.

Sang pelukis sangat kagum dengan lukisannya sehingga tak henti-hentinya ia memandang lukisan tersebut sambil berjalan mundur sehingga tanpa disadarinya ia semakin dekat pada ujung gedung dan jika ia melangkah beberapa langkah lagi, ia pasti terjatuh dari gedung tinggi tersebut.

Seseorang yang melihatnya bermaksud memperingatkannya, tetapi ia khawatir jika peringatannya justru akan membuat pelukis itu kaget dan jatuh seketika. Satu-satunya cara adalah ia mencoret-coret lukisan tersebut. Sang pelukis pun kemudian berlari ke arah lukisannya dengan perasaan marah dan kecewa.

Masing-masing kita memiliki impian, cita-cita dan harapan yang indah tentang masa depan, pekerjaan dan pasangan hidup. Sedikit demi sedikit kita mulai mewujudkan impian itu. Ketika sedang asyik menikmati indahnya semua yang sudah kita capai, tiba-tiba semuanya berubah.

Secara tiba-tiba kita menemui jalan buntu, semuanya hancur dan mengecewakan. Apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Kadangkala Tuhan mengizinkan sesuatu yang mengecewakan terjadi untuk menyadarkan kita bahwa langkah dan keputusan yang kita ambil akan mencelakan kita sendiri. Kita sebagai manusia yang terbatas tidak mengetahui hal itu, tetapi Tuhan tahu segalanya dan Tuhan yang Mahatahu itu akan melakukan apa saja untuk menyelamatkan kita karena kasih-Nya.

Mungkin saja kita menganggap ini sebagai suatu kegagalan, tetapi seseorang pernah berkata, “Hanya orang bodoh yang merasa terluka ketika mengalami kegagalan karena bagaimanapun juga apa yang kita anggap sebagai kegagalan merupakan halte yang baik untuk mulai mengevaluasi langkah-langkah yang sudah kita ambil serta mempelajari langkah-langkah dan keputusan yang harus kita ambil selanjutnya.”

Apa yang kita lakukan ketika Tuhan seakan merusak lukisan hidup kita? Marah, putus asa dan tidak lagi memercayai Dia?

Mazmur 73:26 berbunyi, “Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.”

Mampukan kita berkata demikian ketika segalanya berubah dan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan? Daud mengatakan ini karena ia sangat mengerti bahwa rancangan Allah sempurna adanya sekalipun manusia seringkali memandangnya sebagai kegagalan dan ketidakadilan. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, kuserahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Lakukanlah sekehendak hati-Mu terhadapku. Aku percaya kehendak-Mu adalah yang terbaik bagiku. Amin. (Dod).

1 Komentar

  1. Hello Anton Sumarjana!
    You have a beautiful name. You wrote a good post.
    I am very glad that my picture has become the most beautiful! 🙂
    Thanks!!!
    kliopa Ilustrasi / Pixabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *