BERKAT DAN BEBAN

Kencan Dengan Tuhan
Jumat, 23 Oktober 2020

Bacaan: Ibrani 12:8, 11

“Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.”

Ilustrasi/Pixabay.Com

Renungan:
Ada sebuah uraian di internet yang isinya sebagai berikut, “Jika seseorang mendapat rumah besar, itu adalah berkat. Tetapi, harus merawatnya, itu adalah beban.

Jika seseorang memiliki bayi, itu adalah berkat. Tetapi, jika harus bangun tengah malam, itu adalah beban.

Jika seseorang mencapai gelar sarjana, itu adalah berkat. Tetapi, harus belajar dan mengerjakan tugas sampai jauh malam, itu adalah beban.

Jika kita mendapat kesembuhan, itu adalah berkat. Tetapi, harus tetap serius menjaga kesehatan, itu adalah beban.

Berkat dan beban adalah satu paket yang tidak dapat dipisahkan. Kita tidak dapat hanya meminta berkat tanpa mendapat beban.

Jika kita memusatkan perhatian kita kepada beban, maka kita tidak pernah merasakan berkatnya. Tetapi, apabila kita memusatkan perhatian kita kepada berkat, maka kita akan merasa ringan untuk menanggung bebannya.”

Entah hidup ini terlihat baik atau buruk, bukan berarti kita tidak memiliki apa pun untuk disyukuri.

Baik buruknya sesuatu, semua tergantung pada bagaimana cara kita memandang dan ke mana fokus kita. Sebab, tidak ada kebahagiaan tanpa pengorbanan, tidak ada kedamaian tanpa pengekangan diri dan tidak ada kesuksesan tanpa kelelahan.

Ketika kita melihat kehidupan artis Hollywood, yang terlihat adalah kemewahan dan rasanya kita pun ingin berada di posisi mereka. Mereka terkenal, dikagumi banyak orang, memiliki banyak uang, tetapi siapa yang tahu bahwa di balik kehidupan mereka yang serba glamour itu justru ada banyak tekanan.

Mereka bersaing ketat bahkan saling menjatuhkan, hidup mereka diatur, bahkan mereka tak dapat menikmati makanan dan minuman kesukaan mereka setiap waktu demi menjaga kebugaran tubuh.

Beban dan berkat itu selalu berjalan beriringan. Kita tidak dapat melepaskan salah satunya. Tidak ada hidup yang hanya dipenuhi dengan masalah, pasti ada sukacita juga.

Begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, marilah kita fokuskan diri kita kepada berkat dan bukannya kepada beban.

Yang harus kita lakukan saat ini adalah bersyukur senantiasa kepada Tuhan, karena bersyukur jauh lebih baik daripada mengeluh. Bagi orang yang mengeluh, sukacita akan dikalahkan oleh dukacita. Sebaliknya bagi orang yang bersyukur, dukacita akan dikalahkan oleh sukacita.

Oleh karena itu bersyukurlah. Ingat, keluhan hanya akan membuat hari-hari kita suram dan akan membuat kita melewatkan berkat-berkat Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk senantiasa mengucap syukur atas setiap berkat yang telah kuterima dari-Mu. Lepaskanlah sungut-sungut dari diriku, karena itu hanya akan menghalangi berkat-Mu turun untukku. Amin. (Dod).

1 Komentar

  1. Salam jiwa besar.😀🙏🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *