KEHADIRANKU KEHADIRAN-MU

Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 22 September 2020

Bacaan: Amsal 22:6

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”

Ilustrasi/Pixabay.com

Renungan:
Suatu hari, dua mahasiswa kembar mendatangi Howard Hendricks, guru besar sebuah universitas.

Dalam percakapannya, Howard bertanya, “Apa yang paling kalian ingat dari ayah kalian ketika kalian masih kecil?”

Mereka terdiam beberapa saat. Kemudian salah seorang berkata, “Saya tidak akan pernah lupa saat-saat di mana kami bermain gulat di atas lantai. Sekalipun kami sudah remaja, ayah tidak pernah merasa malu untuk bermain dan bergulat bersama kami.

Kalau permainan akan dimulai, ayah akan menyingkirkan perabotan rumah agar kami bisa bermain dengan bebas. Itu adalah saat-saat paling menyenangkan.”

Setelah itu saudara kembarnya melanjutkan, “Kalau saya, yang paling berkesan adalah apa yang saya lihat setiap pagi setelah saya pulang dari bekerja mengantar koran. Setiap kali saya melintasi kamar tidur ayah yang pintunya terbuka sedikit, saya melihat ayah sedang berlutut untuk berdoa. Saya tahu ayah pasti sedang berdoa untuk banyak hal, dan salah satunya pasti untuk kami.”

Apa yang dikenang dan masih terus dilakukan oleh seorang anak merupakan suatu warisan dari orang tuanya. Jika yang dikenang dan dilakukannya adalah hal-hal yang buruk, maka orang tuanya mungkin telah memberikan warisan yang buruk.

Sebaliknya jika kenangan yang tersimpan di hati dan pikiran mereka dan kelakuan mereka adalah baik, maka warisan yang baiklah yang telah diberikan oleh orang tuanya.

Apa yang akan dan anda telah wariskan kepada anak-anak anda? Kalau anda ingin memberikan warisan yang baik, lakukanlah minimal 2 hal ini:

  1. Sediakan waktu untuk kebersamaan. Anak-anak akan merasa senang kalau orang tuanya mau bermain, belajar dan refreshing bersama mereka.
  2. Berilah teladan yang baik melalui sikap hati, perkataan dan perbuatan. Seorang pernah berkata, “Anak-anak sering meniru tanpa disadari oleh orang yang ditirunya.” Kebiasaan dan karakter orang tua yang rajin bekerja, suka memberi, pendamai dan ramah akan ditiru dan diwarisi oleh anak-anaknya. Jika ayah dan ibunya terbiasa bermalas-malasan, bangun siang, tidak pernah berdoa, jarang ke gereja, tidak pernah membaca Alkitab, maka anaknya juga akan menjadi seperti ayah dan ibunya. Jadi, lakukanlah terlebih dahulu apa yang anda inginkan untuk dilakukan oleh anak-anak anda. Tuhan Yesus memberkati.
Ilustrasi/Pixabay.com

Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk dapat memulai bersaat teduh dengan berdoa, membaca Alkitab, beribadah serta bersikap rajin, pendamai, pemurah dan hal-hal lain yang baik, agar keturunan ku kelak dapat menjadi berkat bagi banyak orang, sehingga kehadiranku dan kehadiran mereka dapat menjadi tanda kehadiran-Mu sendiri di tengah-tengah keluarga dan masyarakat. Amin. (Dod).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *