MERAWAT SIKAP INTELEKTUAL

Oleh Astramus F. Tandang (Ketua Presidium PMKRI Cabang DIY Periode 2018 – 2020)

ASTRAMUS F. TANDANG
Foto: Dokumen Pribadi

Thetungkem.Com, Yogyakarta, Sabtu 1 Agustus 2020

Satu setengah tahun sudah berlalu. Satu periode kepengurusan PMKRI Cabang DIY 2018-2020 selesai sudah

Pada masa ini, kami menapakkan pikiran dan hati dalam suasana yang buntu. Ide demokrasi yang diperjuangkan mau disalah-gunakan. Gagasan pemerintahan sipil yang demokratis lagi terancam. Juga mulai bangkitnya lagi isu-isu SARA. Dimana banyak orang dan kelompok menyuarakan kebencian, permusuhan, dan fitnah.

Berbagai produk kebijakan Negara seperti pengesahan RUU MD3, pengesahan RUU KPK, pengsahan RUU Minerba, RUU Omnibus Law, dan RUU PKS yang dikeluarkan dari Prolegnas DPR hingga RUU HIP yang semuanya memantik protes yang masif dari publik.

Semua itu menambah beban dan kegelisahan kami. Kami mereka-reka, jika diibaratkan benang maka sistem sosial Indonesia di masa ini sedang berada dalam situasi tarik-menarik. Mau bertahan dengan ide demokrasi yang meneguhkan keadilan sosial atau diseret dalam suasana demokrasi kriminal yang disesaki dengan tindakan-tindakan diktator, otoriter, dan represif dari Negara.

Satu setengah tahun habis sudah. PMKRI Cabang Yogyakarta masih tegak berdiri dengan pikiran yang cerdas dan dasar hati yang peka dari banyak anak muda Katolik yang ada di Yogyakarta.

Kebanyakan mahasiswa Katolik yang punya pengalaman gerakan dan ingin bergerak. Anak muda yang disesasaki dengan berbagai kegelisahan melihat realitas sosial. Yang sibuk berjibaku seputar aktivitas dunia pemikiran, yang tak mau dikurung dalam narasi-narasi yang mapan dan dominan, terlibat aktif dan progresif dalam melancarkan gerakan kolektif lintas isue, lintas sektor dan lintas generasi.

Ya, memang kami semua memiliki cita-cita untuk mendirikan tatanan sosial yang adil dan beradab melalui jalan baru dan suasana Perhimpunan yang juga baru. Mendandani kerja-kerja pembinanan dan perjuangan yang semakin akrab dengan gerakan advokasi intelektual sembari tak lupa untuk berlaku adaptif dengan geliat perkembangan teknologi.

PRESIDIUM PMKRI CABANG DIY PERIODE 2018 -2020
Foto: Dokumen Pribadi

Terkait sikap adaptif dengan teknologi, kami sudah menyiapkan platform Website Aquinasjogja.Com, Yotube Chanel, Fanpage FB, IG Tweeter PMKRI Cabang Yogyakarta.

Ruang-ruang digital tersebut dibajak habis untuk mempresentasikan kekayaan-kekayaan intelektual dan gerakan yang dimiliki kader PMKRI Cabang Yogyakarta.

Memang tidak mudah menyiasati gerak sejarah peradaban negeri ini bagi PMKRI Cabang Yogyakarta. Tetapi karena semangat kolektif-kolegial yang diikat kuat dalam Benang Merah Perhimpunan, akhirnya lintasan peradaban itu bisa juga disiasati dan dilalui.

 Lebih dari itu, suasana baru yang diciptakan, tak hanya dilakukan guna mengawasi kekuasaan atau mencoba mengorganisir perlawanan, melainkan menyemai ide-ide alternatif melalui ruang-ruang diskusi internal. Kami menamai Meja Panjang Aquinas, tempat mengaktifkan imajinasi, memperkuat ideologi dan menyulam gagasan-gagasan produktif.

Ruang diskusi lain juga kami sediakan yakni Joglo Aquinas, tempat teduh dan terbuka bagi publik untuk menambang pikiran-pikiran kritis dan sebagai arena perjumpaan lintas gagasan, lintas sektor gerakan sosial masyarakat maupun mahasiswa juga tidak lain sebagai presentasi dari kerja repetisi gagasan bagi kader di Perhimpunan. Kami merangkumnya sebagai ruang merawat perjumpaan, memperkuat gerakan kolektif dan meneguhkan sikap intelektual. 

Satu Periode sejarah telah terlewati. Komposisi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Cabang Yogyakarta diisi oleh kader-kader yang disesaki dengan semangat untuk belajar dan saling memahami.

Belajar melalui bacaan, diskusi dan aksi. Memahami lewat upaya merakit jaringan yang punya komitmen pada perubahan. Dalam suasana seperti itu DPC PMKRI Cabang Yogyakarta menaruh beban kepengurusan dengan budaya pengetahuan yang akhirnya mekar dalam aktivitas pembinaan dan kaderisasi yang dilakukan.

Semua itu tentu berambisi untuk menandingi indoktrinisasi yang muncul di banyak lembaga pendidikan, terutama kampus, laboratorium pengetahuan yang hari-hari ini menjumutkan dan menyedihkan. Serta untuk menghentikan praktik propaganda pengetahuan yang memenjarakan nalar dan produksi informasi yang penuh kebencian serta menakutkan.

Kini, satu setengah tahun berlalu. Tentu dalam periode kepengurusan ini sudah memiliki banyak karya.

Saya mewakili DPC PMKRI Cabang Yogyakarta periode kepengurusan 2018-2020 mengucapkan banyak terima kasih kepada Yesus Kristus sebagai guru politik dan perjuangan PMKRI, kepada semua Anggota Biasa, Anggota Penyatu, Gereja Keuskupan Agung Semarang, rekan-rekan sepergerakan (Cipayung-Plus dll) serta semua pihak yang telah bersama-sama merawat perjalan panjang Perhimpunan ini, khususnya pada masa kepengurusan 2018-2020.

Besar harapan bagi PMKRI Cabang Yogyakarta di masa-masa selanjutnya agar tetap konsisten merawat gerakan pemikiran, sembari tak lupa memeriksa setiap  narasi-narasi yang direpresi baik di tubuh Perhimpunan sendiri maupun pada tubuh Gereja dan Negara.

Saya percaya perubahan itu bukan sekedar meruntuhkan puing kekuasaan bandit tapi juga meneguhkan institusi yang bisa mengabadikan praktik kemenangan-kemenangan sederhana.

Terima kasih untuk semuanya. Jabat erat seperti rahim memeluk janin.

Pro Ecclesia et Patria….!

*) Isi tulisan merupakan tanggungjawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *