TUHAN MENGGENDONG KITA

Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 29 Juli 2020

Bacaan: Yesaya 46:4

“Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Renungan:
Suatu malam seseorang bermimpi sedang berjalan bersama Tuhan di tepi pesisir pantai. Setelah berjalan jauh, orang itu melihat ke belakang dan tampaklah berjajar 4 telapak kaki di sepanjang pesisir pantai itu.

Sepasang jejak telapak kaki adalah jejak telapak kakinya dan sepasang lainnya adalah telapak kaki Tuhan.

Ilustrasi
Foto: Pixabay.Com

Tetapi saat perjalanan semakin berat, angin menerjang dan ombak menghempas pesisir pantai, yang tampak di sepanjang pesisir itu hanya sepasang telapak kaki saja.

Orang itu terheran-heran dan ia bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, mengapa sekarang yang kelihatan di sepanjang pesisir itu hanyalah sepasang telapak kakiku saja? Di mana telapak kakiMu, Tuhan?”

Tuhan menjawab, “Anak-Ku, itu adalah telapak kaki-Ku. Engkau telah begitu lelah dalam perjalanan ini, sebab itu, Aku menggendong kamu. Kamu tidak perlu berjalan lagi, Aku lah yang berjalan untukMu.”

Di dalam kehidupan yang penuh pergumulan ini, sering kita merasa sendirian, sering kita merasa Tuhan jauh dan meninggalkan kita, sehingga kita sering marah dan protes pada Tuhan.

Melalui firman Tuhan hari ini, kita tahu bahwa Ia senantiasa ada bersama kita, bahkan menggendong kita untuk menyelamatkan kita.

Apapun keadaan kita saat ini, mungkin beban kita semakin berat, tetaplah percaya pada Tuhan, bahwa tak pernah sedetikpun Ia meninggalkan kita, karena kita berharga di mata-Nya.

Jika kita mau berjalan bersama dengan Tuhan, maka suka dan duka kita akan dipakai oleh Tuhan untuk kebaikan kita, seperti syair lagu ini: “Di jalanku ku diiring oleh Yesus Tuhanku. Apakah yang kurang lagi jika Dia panduku. Diberi damai surgawi asal imanku teguh. Suka duka dipakai-Nya untuk kebaikanku. Suka duka dipakai-Nya untuk kebaikanku.”

Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, ada saat dalam hidupku, aku tidak kuat lagi untuk menjalaninya. Satu persatu orang yang kukasihi pergi meninggalkan aku, bahkan mungkin mereka menekan dan memusuhiku. Aku tidak tahu kepada siapa lagi aku harus berharap. Saat ini aku merasa sendiri, lemah dan tak punya kekuatan lagi. Tapi firmanMu hari ini menguatkan aku. Aku sadar bahwa aku pribadi yang berharga di mataMu. Gendonglah aku terus, Tuhan Yesus, terutama pada saat di mana aku merasa tidak kuat lagi untuk berjalan menapaki hari-hari hidupku ini. Amin. (Dod).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *