Merenungkan Kasih dan Kesetiaan Tuhan

Pujilah Tuhan hai segala bangsa, megahkanlah Dia hai segala bangsa, sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya, Haleluya (Mazmur 117).

GRUP PEZIARAH BERDOA BERSAMA DI TEPI SUNGAI YORDAN TEMPAT YESUS DIBAPTIS OLEH YOHANES PEMANDI
Foto: Istimewa

Dalam perjalanan ziarah ke Holyland beberapa waktu yang lalu, peziarah diajak merenungkan kasih dan kesetiaan Tuhan yang sungguh luar biasa dan nyata sampai saat ini.

Pemandu ziarah Piet Adrian Tarappa mengungkapkan, dalam doa, renungan, dan misa, imam pembimbing, yaitu Romo Markus Ture OCD dari biara Karmel Santa Theresia Lisieux, Yogyakarta, mengajak peziarah untuk merefleksikan perjalanan iman dalam diri masing-masing peserta. “Bagaimana kasih dan kesetiaan Tuhan hadir di setiap saat,” tutur Piet.

Bagi para peziarah, saat-saat akrab bersama Tuhan dalam peziarahan merupakan moment yang sangat indah dan tepat untuk masuk dalam keheningan dan kedalaman iman. “Bahwa Tuhan sungguh adalah kasih itu sendiri dan betapa setianya Tuhan,” tegas Piet, lagi.

ADRIAN PIET TARAPPA
Foto: Istimewa

Menurut pendamping para peziarah ini, refleksi para peziarah melahirkan dua hal penting. Yaitu, manusia yang penuh syukur pada Allah dan manusia yang berbelas kasih kepada sesama yang membutuhkan pertolongan. Ia menegaskan, sungguh tepat apa yang dinyatakan dalam doa Syukur Agung: “sungguh layak dan sepantasnya kami selalu dan dimana-mana bersyukur kepada-Mu Bapa yang Maha Murah dan Allah yang Setia”.

Ziarah ini mengajak peserta yang berjumlah sekitar 30 orang untuk bersyukur kepada Tuhan atas kasih dan kesetiaan-Nya dalam berbela rasa kepada sesama. Aksi bersyukur dan berbelarasa sekaligus dilakukan dalam peziarahan ini, dalam berbagai bentuk sebagai buah-buah ziarah.

Kehidupan modern, membuat manusia sibuk dengan diri sendiri, dan sibuk mencari kepuasan duniawi. Kesibukan atas ego ini membuat manusia melupakan Tuhan, melupakan sesama.  

Mazmur 117 di atas, membangkitkan kembali rasa syukur manusia atas pengenalan Allah yang penuh kasih dan setia. Sekaligus menjadikan manusia yang berbela rasa kepada sesama.

  • CONTOH ADVERTORIAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *