Direktur CV Jaring Strategi Nasional Valentinus Bangun Putra Prasetya: Kenali Diri, Konsisten dan Setialah pada Proses!

Orang muda yang satu ini mempunyai mobilitas yang tinggi. Ia terus bergerak melintasi waktu dan tempat dengan berbagai kegiatan.

VALENTINUS BANGUN PUTRA PRASETYA
Foto: Dokumen Pribadi

Pribadi yang dinamis, penyuka seni khususnya tari klasik ini mengatakan ingin semakin berguna untuk Gereja, masyarakat dan Negara.

Dan di usia yang memang masih muda, cowok kelahiran Sleman, 13 Mei 1992 ini telah merentang dan meluas dengan banyak aktivitasnya. Ia menekuni manajemen, seni, sosial, dan politik kemasyarakatan.

Thetungkem.com mewawancarai Tenaga Ahli DPRD Kota Yogyakarta mengenai dirinya dan pandangannya terhadap sesama orang muda sekarang ini.

Berikut petikannya:

Anda mengatakan lebih senang disebut sebagai praktisi. Nah, praktisi apa Anda ini sebenarnya?

Pada dasarnya saya sebagai praktisi yang disesuaikan dengan keilmuan yang saya tekuni saat ini, yaitu manajemen. Manajemen memiliki tujuan akhir pada kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan-pemberdayaan.

Oke, tapi Anda sering ada di urusan yang lain, seperti politik dan sosial kemasyarakatan?

VALENTINUS BANGUN PUTRA PRASETYA
Foto: Anton/Thetungkem.com

Seiring berkembangnya pelayanan yang saya jalani saat ini dalam berbagai kondisi di masyarakat, saya tetap konsisten pada praktisi manajemen. Walaupun saya juga dipercaya sebagai Tenaga Ahli di salah satu lembaga pemerintah, manajemen adalah ilmu dasar yang tidak hanya pada ekonomi saja, tetapi manajemen adalah ilmu yang general. Dari manajemen ini saya kembangkan ke ranah politik sesuai dengan pengabdian saya di lembaga pemerintah. Selain itu pada sosial kemasyarakatan juga saya terapkan manajemen sebagai ilmu dasar dalam membuat tatanan dalam pemberdayaan.

Bagaimana dengan kuliah S3 nya, sudah sampai pada tahap apa nih?

Untuk kuliah saya saat ini masih berjalan. Saya sudah pada tahap penulisan disertasi. Dimana penulisan saya terkait dengan pemberdayaan masyarakat desa melalui kelembagaan yang telah dibuat oleh pemerintah pusat.

(Dari riwayat pendidikannya, Valentinus Bangun Prasetya konsisten menekuni ilmu manajemen. Program S1 ditempuhnya di Jurusan Ekonomi Manajemen, UPN Veteran Yogyakarta. Lanjut Program S2 di Pascasarjana Ketahanan Nasional UGM dan Magister Manajemen Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Sedang S3 tengah ditempuhnya di  Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Brawijaya Malang).

Kabarnya Anda belum lama ini mendirikan CV, bisa diceritakan?

Saat ini, saya dan rekan membentuk CV yang bergerak di bidang jasa konsultan. Namanya CV Jaring Stretegi Nasional. CV ini melayani konsultasi terkait dalam pembuatan rancangan peraturan daerah, rancangan peraturan desa dan pembuatan kajian-kajian dalam pengembangan dan pemberdayaan wilayah. 

BERSAMA TEMAN DI PROGRAM DOKTORAL (S3) MANAJEMEN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
Foto: Dokumen Pribadi
BANGUN MENYUKAI TARI KLASIK, INI PADA SAAT SEBELUM PENTAS
Foto: Dokumen Pribadi

Kapan berdirinya?

Untuk CV yang pertama, CV Lembaga Strategi Nasional kami dirikan sejak tahun 2000-an. Dan CV yang kedua, CV Jaring Strategi Nasional kami dirikan baru saja tahun 2020.

Mengapa membuat CV?

Alasan utama membuat CV yaitu sebagai langkah legalitas dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Hal ini dilakukan supaya apa yang kami sampaikan sebagai dasar konsultan dapat memiliki badan hukum dan dapat dipertanggung jawabkan.

Hal-hal yang telah dikerjakan dan dihasilkan?

Hal-hal yang sudah saya kerjakan sebetulnya tidak banyak. Saya beranalogi menjadi garam tidak perlu diketahui seberapa banyak garam dalam sebuah masakan, tetapi mampu menjadikan makanan tersebut menjadi enak untuk dikonsumsi

Sebenarnya bidang apa yg paling menjadi konsern Mas Bangun?

Konsern saya kedepan, saya tetap ingin menjadi pelayan masyarakat dan mengabdikan diri pada Gereja, Bangsa dan Negara dengan segala kemampuan yang telah diberikan Tuhan pada saya.

Bagaimana Anda yang masih muda ini melihat sesama orang muda sekarang ini? Apakah banyak orang muda yang mempunyai minat khusus lalu menekuninya sehingga menjadi profesi yang menghidupi dirinya? Seperti Anda inilah?

Sebetulnya anak muda saat ini seharusnya lebih banyak bersyukur dari pada saat saya muda dulu, walaupun katanya saya juga masih muda…hehehehhe. Anak muda saat ini dalam peminatan sudah sangat terfasilitasi mulai dari ekstra di sekolah ataupun lembaga belajar non formal. Tetapi yang menjadi tantangan anak muda saat ini adalah konsistensi. Konsistensi menikmati sebuah proses menuju tujuan hidup.

Dengan konsistensi dalam proses itu, seperti yang saya alami selama ini, saya sering Tuhan memberikan pesan secara tersirat jalan mana yang harus saya jalani, entah jalan yang mulus atau jalan yang berkelok bahkan jalan yang gelap gulita tanpa arah. Tuhan mengajarkan manajemen strategi hidup bagi saya. Di dalam konsistensi proses tersebut, Tuhan membisikkan kapan harus bertahan, kapan harus melawan dan kapan harus ekspansi. Kondisi ketidaksetiaan atau ketidak konsistenan dalam menjalani proses ini dipicu dari kondisi eksternal anak muda saat  ini, yaitu kondisi yang serba instan dan kondisi yang serba hedon.

BERSAMA IBUNDA MARIA KUSTIWI
Foto: Dokumen Pribadi

Dari sisi internal sendiri, anak muda saat ini tidak berani membuat diversikasi diri yang menjadikan dirinya itu unik. Orang Jawa bilang  dalam status WA itu biasanya “Ben Podo Liyane”. Justru untuk menjadi pribadi yang unggul itu harus berani untuk berbeda dengan jalan yang sudah dituntunkan oleh Tuhan.

Saran Anda untuk  mengatasi kelemahan itu?

Saran untuk mengatasi kelemahan itu menurut hemat saya kenali diri sendiri serta setialah dan konsistenlah pada proses, dimana Tuhan akan menempatkan dirimu. Sebagai analogi “Batu saja berteriak saat dipahat oleh ahli patung, tetapi hasil akhir dari pahatan itu akan menjadi sebuah candi atau patung yang sangat monumental dan Indah”.

IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *