Romo Yohanes Dwi Harsanto Pr Vikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang Jangan Sampai Ada yang Tercecer

          Dinamika kehidupan masyarakat di perkotaan, menarik perhatian Romo Yohanes Dwi Harsanto Pr. Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang ini mengamati, masyarakat perkotaan menampakkan beberapa gejala.

Di antaranya masyarakat perkotaan hidup dalam irama yang cepat dengan jam kerja yang padat. Lalu, dari sisi latar belakang sosial budaya, masyarakat perkotaan itu beragam, yang menyebabkan banyak orang dengan mudah berkumpul membentuk komunitas sesuai dengan profesi, minat, kecocokan waktu, dan sebagainya,

ROMO YOHANES DWI HARSANTO PR
Foto: Istimewa

          Gereja Keuskupan Agung Semarang merespon fenomena sosial di masyarakat perkotaan itu dengan membentuk Kevikepan Kategorial. Kevikepan Kategorial KAS ini dibentuk pada 1 Juni 2018. Dan Uskup KAS Mgr Robertus Rubiyatmoko mempercayai Romo Yohanes Dwi Harsanto Pr sebagai Vikep Kategorial. Vikep Kategorial adalah Wakil Uskup (Vikaris Episkopal) yang diberi kewenangan menggembalakan umat Katolik yang berkomunitas secara non-teritorial; baik kelompok lintas paroki maupun lintas keuskupan. Khususnya yang Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, Difabel (KLMTD), yang berada di Keuskupan Agung Semarang.

          Fungsi dari Kevikepan Kategorial KAS ini adalah mewujudkan motto Uskup KAS, yakni “Mencari dan Menyelamatkan”.

          Romo Dwi Harsanto menjelaskan, Mgr Rubiyatmoko menghendaki agar reksa pastoral teritorial dilengkapi dengan jaring pastoral baru, yaitu pastoral kategorial. “Ini penting untuk melaksanakan motto beliau yaitu “mencari dan menyelamatkan”. Agar jangan sampai ada satu umat pun yang tercecer dari sapaan kasih kegembalaan Gereja,” tutur Romo Dwi Harsanto, menjelaskan latar belakang dibentuknya Kevikepan Kategorial KAS.

Semakin berbuah

          Menurut imam kelahiran Bantul, 08 Mei 1972 yang akrab disapa Rm Santo ini, komunitas kategorial dibedakan dari komunitas teritorial. Komunitas teritorial itu terikat oleh kesatuan wilayah geografis. Sedangkan komunitas kategorial, menurut Romo Santo bisa beranggotakan umat dari lintas paroki/ teritori. Ciri khas komunitas tersebut terbentuk karena kesamaan minat, profesi, atau keprihatinan. “Jadi, komunitas kategorial secara sederhana dapat dimengerti sebagai sekumpulan orang beriman dengan minat atau profesi atau keprihatinan tertentu yang bertemu secara rutin untuk memupuk imannya supaya semakin berbuah,” jelasnya.  

Romo Santo bersama Mgr Robertus Rubiyatmoko, Vikep DIY Rm Adrianus Maradiyo Pr, dan para imam lain di Yogyakarta
Foto: Dok. Pri

          Rm Santo menekankan, perhatian Gereja lebih tertuju pada pertumbuhan iman yang dipupuk dalam kebersamaan kelompok tersebut. Bukan pada profesi atau keprihatinannya. “Prioritas perhatian Gereja adalah pada ‘pertumbuhan iman’ anggota komunitas dan kesatuan mereka sebagai satu Tubuh Kristus, Gereja yang Katolik,” tutur Romo Santo, yang juga Kepala Paroki Hati Suci Perawan Maria Tak Bercela, Kumetiran, Yogyakarta.

          Dalam Gereja Katolik, dengan merujuk pada Kitab Hukum Kanonik 1983 (KHK Kanon 215), kata Romo Santo, umat boleh membentuk komunitas tertentu. “Ini merupakan bagian dari dinamika Gereja,” tegasnya.

Romo Yohanes Dwi Harsanto bersama perwakilan komunitas-komunitas umat seusai rapat
Foto: Dok Pri

          Tidak hanya boleh berkomunitas, menurut Romo Santo, sesuai KHK 327, Gereja juga wajib menyemangati keberadaan komunitas-komunitas umat beriman tersebut. Adanya komunitas-komunitas umat beriman ini mendukung kesatuan erat antara iman dan hidup sehari-hari, khususnya yang bergerak di luar batas-batas teritorial gerejawi.”

          Sejak Kevikepan Kategorial KAS dibentuk, Romo Santo yang senang berenang dan berjalan kaki ini berupaya menghidupkan dengan melakukan banyak hal. Langkah-langkah ini tentu sesuai dengan kewenangan yang diberikan Uskup KAS kepada Vikep Kategorial. Romo Santo menekankan pada tiga hal utama. Yakni pertama, menggembalakan umat Katolik dalam setiap  kelompok yang ada di KAS agar visi misi dan program mereka selalu searah dengan ajaran iman Katolik, serta melibatkan diri dalam gerak pastoral KAS. Yang kedua, menguatkan dan menyemangati iman umat dalam kelompok-kelompok Kategorial KAS. Dan ketiga, menjaga ciri khas masing masing kelompok sekaligus mempersatukan mereka dalam  kesatuan sebagai Tubuh Kristus dengan banyak anggota, yaitu Gereja yang satu, kudus, Katolik dan apostolik.

          Romo Santo mengatakan, umat menyambut baik pengumuman Mgr Rubiyatmoko akan adanya Kevikepan Kategorial KAS. Menyambut kebijakan Uskup KAS ini, banyak orang menemui Romo Santo. Mereka mengusulkan program-program yang sesuai dengan keadaan KLMTD dan aneka kelompok dalam konteks kekinian. Romo Santo mengaku belajar banyak dalam melayani kelompok-kelompok kategorial khususnya kelompok KLMTD ini. Belajar mengenai difabilitas, HIV-AIDS, aneka gangguan kejiwaan manusia, kemiskinan, hukum dan Undang-undang yang terkait. “Yang utama adalah belajar menemani mereka dalam iman. Belajar menjadi sahabat yang baik,” tutur Romo Santo.

          Hingga saat ini, Romo Santo telah menghimpun sebanyak 46 kelompok doa, 21 kelompok kemasyarakatan, dan 11 kelompok KLMTD. “Jumlah ini masih dinamis karena masih proses pendataan,” ungkap Romo Santo.

          Pada 2020 ini reksa pastoral KAS melalui Kevikepan Kategorial telah berjalan selama dua tahun. Selama dua tahun ini, Romo Santo berupaya mengembangkan karya pastoral dengan melaksanakan program-program yangmenyapa setiap kelompok dan menginteraksikan antar kelompok agar dapat berkomunikasi dengan baik, saling dukung dalam menjaga ciri khas masing masing,  sekaligus mewujudkan visi gereja KAS yang tercermin dalam motto Uskup KAS, Rikas dan Ardas. “Ini bukan tugas yang sederhana mengingat jumlah komunitas di KAS cukup banyak.”

          Dalam melaksanakan program-program reksa pastoral kategorial itu, Romo Santo bekerjasama dengan mitra Kevikepan Kategorial KAS. Para mitra itu, menurut Romo Santo adalah para romo Vikep Teritorial di KAS (ada 4 kevikepan), dan para romo Ketua Komisi di semua kevikepan. Selanjutnya adalah para pemimpin komunitas di tingkat nasional, Regio, keuskupan, dan kevikepan.

          Ke depan, Romo Santo melihat Kevikepan Kategorial ini merupakan peluangbagi umat yangrindu berkomunitas, saling berjejaring, dan saling menyapa. Ketika sapaan itu diberikan, Romo Santo menyaksikan  kegembiraan umat yang meluap. Selebihnya dalam suasana suka cita, sambil berjalan Tuhan turut bekerja menyelamatkan dan memperbaiki. “Kalaupun ada keterbatasan dalam pelayanan, itu karena waktu dan tenaga saya sendiri,” ujar Romo Santo, yang merangkap Kepala Paroki Hati Suci Perawan Maria Tak Bercela, Kumetiran, Yogyakarta.

          Oleh karena itu, Romo Santo telah merencanakan beberapa hal. Pertama, melakukan kunjungan pastoral ke komunitas-komunitas. Romo Santo mengutamakan kunjungan kepada komunitas yang memiliki masalah tertentu, entah masalah internal maupun eksternal yang berhubungan dengan kelompok/institusi lain. Kedua, menyelenggarakan  Temu Pastoral dan Ekspo Kategorial pada tanggal 24-26 September 2020. Panitianya sudah terbentuk, dan bekerja menyiapkan acara tersebut. “Tentu melihat perkembangan pandemi COVID-19 ini.”

          Ketiga, Romo Santo membuat video animatif, lalu membagikannya melalui sosial media dan kanal Youtube. Salah satu tayangan video berisikan, sapaan Romo Santo kepada orang muda agar bersikap terbuka terhadap setiap kesempatan dan panggilan hidup. Video yang lain, Romo Santo menjelaskan bagaimana bersikap yang baik bagi saudara-saudari yang difabel.

           Keempat, Romo Santo akan membuat Katalog Komunitas Kategorial KAS. Sehingga tersedia informasi yang lengkap mengenai keberadaan semua komunitas umat yang tergabung dalam Kelompok Kategorial KAS.

          Berbagai komunitas yang tumbuh di kalangan umat Katolik ini kian membuktikan, umat Katolik itu beragam, masing-masing mempunyai kerinduan untuk berkomunitas sesuai dengan profesi, minat, kecocokan waktu, dan sebagainya, Di dalam Gereja Katolik, semuanya ada.  

2 Komentar

  1. Romo santos,ini andre yg dulu pernah di resmikan oleh romo di gereja kebondalem,24-12-2007 paling pagi.romo bolehkan saya minta no hp romo

  2. Romo santos,ini andre yg dulu pernah di resmikan oleh romo di gereja kebondalem,24-12-2007 paling pagi.romo bolehkan saya minta no hp romo,andre butuh pencerahan dari romo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *