‘Retired House’ Bukit Raya Talita: Jawaban Bagi Indahnya Masa Senja

Mau menjalani masa senja dengan damai, tenang dan bahagia, cobalah mencecap pengalaman tinggal sementara waktu di Bukit Raya Talita,  Cipanas.

PENAMPAKAN SUASANA MALAM HARI DI KAWASAN PUNCAK, DILIHAT DARI BUKIT TALITA

Thetungkem.Com/Advertorial

Bukit Raya Talita adalah kompleks tempat peristirahatan berupa hotel, bungalow dan villa di kawasan Puncak, tepatnya di daerah Cipanas. Letaknya berada di dua tempat, yaitu di sisi utara dan selatan jalan raya Cipanas-Cianjur. Di antara keduanya terentang jembatan penyeberangan yang memberi pemandangan unik di kawasan bukan perkotaan ini.

SONY DSC

 Bukit Raya Talita berdekatan dengan beberapa tempat olah rohani dan ibadat Katolik seperti Biara Santa Klara, Gereja Maria Ratu Para Malaikat, Panti Asuhan Santo Yusuf, dan pertapaan Romo Yohanes Indrakusuma O.Carm di lembah Karmel – Cikanyere.

Bukit Raya Talita, berjarak tak lebih dari dua kilometer dari Bukit Talita Resort, yang  lebih dulu dikenal  kalangan umat kristiani sebagai tempat retret, pertemuan-pertemuan, wisata agro, restoran dan liburan keluarga. Bukit Raya Talita dan Bukit Talita dimiliki oleh orang yang sama, yaitu Fransisca Januar.

Hotel dan restoran ternama

Sebelum menjadi Bukit Raya Talita, area seluas 1,3 hektar ini bernama Hotel Bukit Raya, yang telah dikenal sebagai hotel ternama sejak tahun 70-an. “Orang-orang tua sudah pada tahu, sebelum ada Hotel Puncak Pas, Bukit Raya adalah hotel dan restoran terkenal,” ungkap Fransisca Januar.

Fransisca Januar membelinya dari pemilik lama, Sucipto Lay yang telah berusia lanjut. “Atas anugrah Tuhan, setelah 10 tahun berdirinya Bukit Talita, saya diberi kesempatan membeli dan memperbaiki hotel yang mempunyai nilai sejarah ini. Orang-orang tua pasti mempunyai memori tentang hotel ini,” tutur Siska, lebih lanjut.

BUKIT TALITA 1

Setelah menjadi miliknya, Siska memperbaiki seluruh bangunan yang ada. Ia merubah hotel dan restoran tua ini menjadi hotel, bungalow, resort dan villa. Proses perbaikan Bukit Raya Talita masih berlangsung hingga akhir tahun 2011 ini. Secara keseluruhan komplek Bukit Raya Talita terdiri dari 100 kamar yang bisa menampung lebih dari 200 penghuni.

Kehadiran Bukit Raya Talita menawarkan pilihan baru, selain Bukit Talita. Menurut Fransisca Januar, Bukit Talita dan Bukit Raya Talita masing-masing mempunyai kekhasan. Bukit Talita yang berada di perbukitan sangat kental dengan nuansa alam: pemandangannya indah ke segala penjuru dan dikelilingi kehijauan hamparan hutan dan kebun. Kontur tanah di perbukitan dengan jalan yang menanjak lebih cocok bagi mereka yang berusia muda.

Bukit Raya Talita, lebih mudah dijangkau karena berada persis di tepi jalan besar. Semua jenis kendaraan, termasuk bus besar bisa dengan mudah masuk kompleks Bukit Raya Talita. Dari segi pemandangan, Stanley Gazali yang menangani marketing Bukit Raya Talita mengungkapkan, Bukit Raya Talita yang berada di lembah memberi pemandangan yang berbeda. “Bukit Talita itu bukit, sedangkan Bukit Raya Talita itu lembah dan tebing. Bagi orang-orang tua yang sudah tidak terlalu kuat berjalan bisa memlih Bukit Raya Talita. Sebaliknya, anak muda akan lebih excited di Bukit Talita,” urai Stanley yang pada 2009 lalu menyelesaikan sekolah bisnis di Business Marketing University of London, itu.

 Selain berbeda lokasi dan pemandangannya, Bukit Talita dan Bukit Raya Talita juga dikelola dengan konsep yang berbeda. Bukit Talita merupakan resort yang memiliki fasilitas lengkap: villa untuk personal dan keluarga, kolam renang, jogging track, hiking, wisata agro, arena bermain anak, tenis meja, bilyard, ruang karaoke, spa, restoran dan kafe, galeri, toko rohani, dan lain-lain. Bukit Talita mempunyai tiga ruang pertemuan, masing-masing St Michael (250 orang),  St Gabriel (200 orang) dan St Rafael 50 orang).

Dengan berbagai fasilitas di atas, maka Bukit Talita Resort sangat nyaman untuk penyelenggaraan pertemuan perusahaan, kumpul-kumpul karyawan, outbound, pertemuan keluarga, resepsi perkawinan sekaligus bulan madu. Para pelajar atau kelompok-kelompok umat juga bisa mengadakan retret/rekoleksi di tempat ini. Hanya dari sisi harga atau tarif, Bukit Talita memang diperuntukkan bagi kalangan atas.   

Bukit Raya Talita hadir dengan konsep berbeda dari Bukit Talita. Menurut Fransisca Januar, Bukit Raya Talita dikelola dengan konsep hotel berbintang tiga. Dengan fasiltias yang sama lengkapnya, Bukit Raya Talita bisa menjadi pilihan bagi kalangan menengah. Misalnya, kalangan pelajar, mahasiswa dan kelompok-kelompok umat.

Retired House

Di waktu mendatang, Fransisca Januar telah menyusun konsep Bukit Raya Talita sebagai Retired House bagi  para orang tua yang ingin menikmati masa pensiun dengan damai, tenang dan bahagia. Mereka bisa tinggal dalam waktu yang relatif lama: sebulan sampai setahun (longstay) sambil mengikuti beragam program kerohanian seperti retret/rekoleksi atau yoga. Bagi mereka yang bukan lansia, tetapi mengalami kegalauan batin, program ini dapat membantu mereka untuk kembali mereguk ketenangan jiwa.

BUKIT TALITA 2

Fransisca Januar berterus terang, konsep Bukit Raya Talita sebagai  retired house ini ia pikirkan atas saran dan informasi dari seorang suster Putri Karmel di Lembah Karmel, Cikanyere. Menurutnya, sekarang ini, terutama di kota besar seperti Jakarta banyak orang mengalami tekanan hidup. Mereka perlu mengambil jeda dari rutinitas hidup yang terus membelenggunya, dan tinggal sementara waktu di tempat yang tenang. “Di sini mereka bisa mengikuti berbagai kegiatan rohani dan rekreasi. Segala sesuatunya kami sediakan,” tandasnya.

Meskipun nantinya akan banyak orang tua tinggal sementara di Bukit Raya Talita, namun tempat ini bukanlah panti jompo. “Kami memberikan fasilitas yang lebih prestise bagi kalangan menengah ke atas yang mau menikmati masa senjanya,” tambah Stanley Gazali.

Dengan demikian kesan negatif (stigma) bahwa seorang anak yang menempatkan orangtuanya tinggal terpisah di suatu tempat sebagai anak yang tidak tahu berterimakasih bahkan membuang orang tua sendiri, akan terhapus. Justru dengan tinggal di Bukit Raya Talita yang memberi pelayanan serba memudahkan ini, orang tua akan merasa sepenuhnya menikmati masa senja dengan bahagia. “Ini menjawab pertanyaan dari seorang teman yang pernah bertanya pada saya:  apakah ada panti jompo yang bagus untuk orang tua?” tutur Siska.

Berdasarkan kebutuhan itu Fransisca Januar semakin yakin, Bukit Raya Talita akan menjadi tempat peristirahatan yang mampu secara sungguh-sungguh menyuguhkan suasana kekeluargaan bagi mereka yang datang menginap dan tinggal untuk beberapa lama.

Dengan demikian, kehadiran Bukit Raya Talita,dengan kekhasannya telah memberi warna lain  di antara ratusan hotel dan ribuan villa di kawasan wisata Puncak yang  sejak jaman dulu dikenal sebagai tempat peristirahatan penduduk Jakarta.

BUKIT TALITA 2

Jika telah tiba waktunya, semua terasa indah. Cobalah mencecap keindahan hidup di tempat prestisius yang memberi pelayanan istimewa bagi mereka yang mulai menapaki senja kehidupan ini. Bukit Raya Talita adalah jawabannya.

  • ADVERTORIAL adalah iklan dalam bentuk narasi. Menjelaskan suatu produk baik barang maupun jasa melalui sajian artikel yang human interest, sehingga terasa ringan dan tetap bernas.
  • Thetungkem.Com menyediakan ruang, dan jasa penulisannya.
  • Yang berminat mau branding lembaga/perusahaan silakan kontak (Anton 08128235531)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *